006.jpg
Harus diisi. Min 3 karakter. Exceeded maximum number of characters.

Berita
Polls
Apakah situs ini sudah bermanfaat bagi UMKM khususnya di wilayah eks Karesidenan Surakarta?
 

Situs ini telah dikunjungi 15588 tamu, sejak launching.

Selamat Datang

Punokawan

 


Selamat Datang di situs UMKM-SOLORAYA. Situs ini berisi informasi seputar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) meliputi wilayah eks Karesidenan Surakarta atau lebih dikenal dengan nama Subosuka Wonosraten (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri dan Klaten).

Informasi dan data-data dalam situs UMKM-SOLORAYA menampilkan potret dan profil UMKM di wilayah Subosuka Wonosraten secara detil dan merupakan hasil penelitian bersama antara Kantor Bank Indonesia Solo dengan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Semoga Bermanfaat.

 


 
Pengetahuan Pelaku UMKM Minim

BOYOLALI, KOMPAS - Di wilayah Kabupaten Boyolali banyak potensi usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM yang bisa dikembangkan, tetapi belum semua mendapat akses perbankan. Hal ini karena akses pelaku usaha tersebut terhadap perbankan belum terbuka.

Selain pengetahuan tentang mekanisme pengajuan kredit terhadap perbankan masih minim, pelaku usaha juga khawatir dikenakan suku bunga yang tinggi jika pinjam uang ke bank.

Hal itu terungkap dalam kunjungan bisnis Pimpinan Kantor Bank Indonesia Solo Dewi Setyowati dan sekitar 40 direksi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah eks karesidenan Surakarta ke beberapa sentra UMKM di Boyolali, Kamis (31/5). Turut serta dalam kunjungan itu Ketua Perhimpunan BPR di eks Karesidenan Surakarta, Surata.

Kunjungan bisnis tersebut untuk melihat lebih dekat potensi UMKM di Kabupaten Boyolali. Menurut Kepala Seksi Pelaksanaan Kebijakan Moneter KBI Solo Ronny Wijianto, KBI Solo menfasilitasi BPR untuk melihat langsung peluang pembiayaan terhadap UMKM di Boyolali. Hal ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Pemimpin BI Solo Dewi Setyowati dengan Bupati Boyolali Sri Moejatno beberapa waktu lalu. Selain berdialog dengan pejabat dan staf Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Boyolali, rombongan kunjungan bisnis KBI Solo dan BPR tersebut mengunjungi sentra UMKM di Kabupaten Boyolali.

UMKM yang dikunjungi adalah sentra usaha rambak terigu dan konvensi di Desa Kopen, Kecamatan Teras, sentra pengrajin tembaga di Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, sentra pandai besi dan konveksi di Desa Mojo, Kecamatan Andong dan sentra perajin mebel di Desa Sembungan, Kecamatan Nogosari.

Selain mengenal lebih dekat potensi UMKM di Boyolali, dari kunjungan tersebut pemimpin BI dan direksi BPR se-Surakarta bisa berdialog langsung dengan pengusaha-pengusaha UMKM sehingga dapat menjajaki kemungkinan pembiayaan di sentra-sentra usaha tersebut.

"Ternyata dari kunjungan kemarin, kita mendapat informasi ada beberapa UMKM yang belum tersentuh perbankan. Sentra usaha rambak terigu di Kopen ada yang usahanya sudah lama, sekitar 16 tahun, tapi tidak pernah mendapat bantuan permodalan ataupun kredit dari perbankan," ujar dia.

Dari kunjungan tersebut, menurut Ronny Wijianto, rombongan BI dan BPR mendapatkan banyak informasi dari berbagai sentra UMKM yang tentu saja memerlukan tindak lanjut dari BPR. BI Solo akan melakukan monitoring terhadap tindak lanjut kunjungan tersebut.

 
Situs Resmi Pemerintahan
  • Bank Indonesia
  • Pemkot Surakarta
  • Pemkab Boyolali
  • Pemkab Sukoharjo
  • Pembak Karanganyar
  • Pemkab Wonogiri
  • Pemkab Klaten
  • Pemkab Sragen
  • Memahami 9 Aspek Penting Sebelum Memulai Usaha
    Memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Hal yang klasik, banyak pertimbangan di sana sini sehingga tak jarang membuat orang urung memulai bisnis. Semestinya memulai bisnis tidak menjadi salah satu sumber ketakutan bagi setiap orang. Untuk menghilangkan ketakutan dalam memulai bisnis, seseorang bisa membuat persiapan bisnis yang matang sehingga dapat menjalaninya dengan optimistis...baca selengkapnya
    Industri Kreatif
    Sajian utama Majalah SWA edisi 25 Oktober-7 November 2007 menyoroti tentang industri kreatif yang berbasis pada kreativitas, keahlian, dan bakat individual.
    SWA menyoroti pemain-pemain industri kreatif di tanah air di 13 bidang, yaitu 1 arsitek, 2 ekspor film, 3 craft, 4 desain visual, 5 desainer fashion, 6 penata rambut, 7 seni dan barang antik, 8 film dan fotografer, 9 televisi dan radio, 10 publishing, 11 software dan komputer, 12 musik, visual dan performing art, 13 periklanan. baca selengkapnya