Metode Penelitian
3. METODE PENGUMPULAN DATA
Pengumpulan data awal dilakukan dengan metode survei (review) atas data-data penelitian sejenis, yaitu Data BLS Bank Indonesia tahun 1995 dan Data BLS updated tahun 2000. Pada tahap ini akan diperoleh daftar nama-nama usaha/komoditas yang ada pada tiap satuan unit penelitian dan tingkat potensinya (DSP: Daftar Skala Prioritas). Data BLS Bank Indonesia, kemudian diklarifikasi silang dengan Dinas/Instansi yang terkait, yaitu Disperindagkop, Deptan Kompleks (Tanaman Pangan, Peternakan, Perikanan, Kehutanan dan Perkebunan), Perwakilan dari Asosiasi Dunia Usaha berdasar rekomendasi dari Dinas/Istansi terkait, minimal KADIN (Kamar Dagang dan Industri). Berbagai pihak tersebut akan diundang dalam kegiatan FGD (Focus Group Discussion) dalam rangka verifikasi atas Data BLS Bank Indonesia, apakah data masih relevan, ada tambahan data baru yang belum terdaftar dalam BLS Bank Indonesia, dan sebagainya. Melalui audiensi ini diharapkan akan terinventarisasi data DSP (Daftar Skala Prioritas) BLS yang ter-update, nama-nama usaha/komoditi yang belum ada di BLS, berikut penyebaran di setiap kabupaten/kota dan di tingkat kecamatan, berserta informasi-informasi tambahan lainnya.
Data yang diperoleh dari FGD dengan Dinas/Instansi terkait kemudian diverifikasi melalui indept interview, yaitu wawancara terstruktur ke tingkat satuan unit (Kecamatan), dengan menemui responden di tingkat kecamatan. Wawancara dilakukan dengan Pegawai Kecamatan (berdasar rekomendasi dari Dinas Kabupaten/Kota), BPR/BKK/BRI Unit, dan juga Pengurus KUD. Asumsinya adalah bahwa ketiga elemen tersebut merupakan para pelaku yang mengetahui kondisi perekonomian wilayah setempat. Selain cross check kepada responden, juga akan digunakan pengamatan visual atas satuan unit wilayah dengan memberi ruang penilaian untuk justifikasi peneliti/observer.
Wawancara terakhir dilakukan dengan pelaku usaha UMKM melalui kuesioner terstruktur sesuai arah tujuan penelitian. Kuesioner yang digunakan untuk keperluan survey dibedakan antara UMKM dan stakeholder. Nama-nama komoditas/usaha beserta dengan informasi atribut yang telah diverifikasi tersebut, kemudian dikelompokkan menurut kategori-kategorinya untuk diolah lebih lanjut menjadi sistem data yang integratif dan informatif.
Dengan kata lain, data yang diperoleh dan ditabulasikan kemudian diolah dengan metode komputer tertentu, sehingga menjadi suatu file yang terintegrasi dengan gambar peta Wilayah SUBOSUKA WONOSRATEN, sehingga data spasial (peta) tersebut dapat link dengan data alfabet maupun data integer yang diperoleh dari survei.
