Metode Penelitian

4. KRITERIA SAMPEL/RESPONDEN

Pengumpulan data awal dilakukan dengan metode survei (review) atas data-data penelitian sejenis, yaitu Data BLS Bank Indonesia tahun 1995 dan Data BLS updated tahun 2000. Pada tahap ini akan diperoleh daftar nama-nama usaha/komoditas yang ada pada tiap satuan unit penelitian dan tingkat potensinya (DSP: Daftar Skala Prioritas).

Penyusunan skala prioritas jenis usaha UMKM dimaksudkan untuk mengetahui potensi UMKM yang bersangkutan, yang dirinci menurut sektor usaha sampai di tingkat kecamatan, dengan dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) tingkatan, yaitu: (i) SP (Sangat Potensial), (ii) P (Potensial); dan (iii) KP (Kurang Potensial). Proses penentuan didasarkan kepada 3 (tiga) kriteria, yaitu: (i) Data usaha dari Kantor Statistik Daerah dan/atau dari instansi terkait; (ii) Data pendapat instansi terkait; dan (iii) Hasil analisis data primer UMKM.

Sementara yang dimaksudkan sebagai data komoditi/usaha skala prioritas komoditi UMKM adalah data jumlah produksi yang dihasilkan pengusaha tersebut yang dirinci sampai dengan tingkat kecamatan serta dikelompokkan menjadi 3 (tiga) tingkatan, yaitu: SP, P dan KP. Pengelompokan ini didasarkan pada perbandingan jumlah produksi atau jumlah unit usaha kecil di setiap kecamatan dengan rata-rata di 7 (tujuh) daerah penelitian. Pengklasifikasian UMKM berdasarkan analisis data primer terhadap 700 responden UMKM dikelompokkan menjadi 3 (tiga) tingkatan, yaitu: (i) SP (Sangat Potensial); (ii) P (Potensial); dan (iii) KP (Kurang Potensial).